Malang sore ini, tampaknya matahari sedang malas menampakan dirinya di atas kota ini. Yang pada biasanya matahari seperti membakar apapun yang berada di bawahnya, nampaknya bola panas tersebut memberikan sedikit pengecualian untuk hari ini. Hujan. Hujan yang telah di tunggu kedatangannya karena tidak tahan dengan keringnya panas matahari. Aroma khas air hujan yang jatuh bercampur dengan tanah kembali tercium, aroma yang sangat saya suka, aroma yang selalu mengingatkan saya pada sore di suatu tempat dimana tempat yang saat ini sedang saya rindukan keberadaannya.
Dulu, saya begitu bersikukuh kalau suatu hari nanti saya harus pergi dari tempat itu. Memang apa yang saya harapkan tersebut sudah terjadi, sekarang sudah berada di tempat lain, saya menganggapnya sebagai awalan saja, tetapi untuk mencari tempat yang nyaman tampaknya saya harus kembali ke tempat dimana saya ingin meninggalkannya. Apakah saya terlalu sombong ? ya, sayang terlalu sombong mengatakan ingin meninggalkan rumah.
Namun dalam konteks ini saya bukan bermaksud untuk meninggalkan atau pergi dari tempat yang begitu nyaman bagi saya, saya hanya ingin pengalaman baru di luar konteks saya menjalani pendidikan di kota ini. Saya ingin mencoba seperti apa rasanya ketika saya harus meninggalkan tempat yang nyaman selama 18 tahun, dan di sisi lain ketika kita telah lama meninggalkan tempat nyaman itu dan kita kembali menapakkan kaki kita di tempat itu, perasaan intim akan tempat itu tampaknya akan lebih memikat bila di rasakan, sepertinya.
Inilah masa dimana saya betul-betul merindukan rumah, walaupun kelihatannya hanya tinggal satu setengah bulan saja di kota ini tapi terasa cukup lama, sebagian dari teman saya sudah pernah pulang ke kotanya masing-masing dalam kurun waktu januari sampai mei, kenapa saya tidak pulang saja ? saya ingin merasakan "pulang" yang sebenarnya sebagai seorang anak rantau dari kota lain dan kembali ke kota, kembali ke tempat yang nyaman, rumah.
"bawa aku pulang, segera."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar