Flat yah judulnya ? hahaha ya memang seperti itu adanya. Kemarin hari minggu saya baru pulang dari penelitian mata kuliah saya di desa Sumbersuko, kecamatan Wagir, kabupaten Malang Jawa Timur, selama 3 hari sejak hari Jum'at yang lalu, penelitian yang menurut saya bukan sekedar berkunjung ke sebuah desa, mengambil sample, menanyai responden warga setempat, dan kemudian mengolahnya menjadi sebuah data. Tidak, tidak hanya seperti itu yang saya tangkap dari penelitian ini.
Saya dan teman-teman Sosiologi 2012 lainnya terbagi dalam 4 dusun di desa ini, saya sendiri menempati dusun Sumber Pangkidul, bisa di bilang nomor 2 yang terjauh dari 4 dusun lainnya. Oh iya sekedar info nama dusun lainnya ada dusun Babadan, Kenongo, dan Ngemplak. Ga penting juga sih. Tidak begitu berat bagi saya pada awalnya harus tinggal di dusun Pangkidul, di sisi lain saya memang sudah terlebih dahulu melakukan survey beberapa kali sebelum kegiatan ini di laksanakan makanya buat saya bukanlah suatu masalah kalau harus tinggal di dusun ini.
Dalam kegiatan penelitian ini saya bukanlah enjoy pada bentuk penelitiannya justru saya lebih enjoy kepada interkasi secara langsung kepada warga di desa ini, ya walaupun harus bersusah payah dengan bahasa yang tidak saya mengerti di sana yang kalau kata teman-teman saya sih, "bahasa jawa disini masih kromo." entahlah saya belum mengerti apa yang di maksud dengan kromo itu. Back to topic, iya saya lebih enjoy dengan interkasi di desa ini secara langsung, apalagi dengan anak-anak kecil disana, they're like my little brother and my cute little sister, ya itu yang saya rasakan ketika bermain bersama mereka.
"kak Nanda, aku mau di gendong di pundak lagi dong..."
"om gendut main kuis bahasa inggrisnya lagi..."
"kak Nanda ndelok koncoku kene main voley..."
"om Nanda dorong aku lagi main ayunan..."
Itu beberapa dari permintaan anak-anak dusun disana ketika saya bermain bersama mereka bahkan sebenarnya ada yang dari mereka berbicara dengan saya menggunakan bahasa Jawa yang benar-benar saya tak paham, oh malangnya saya. yang menjadi pertanyaan besar saya adalah,
mengapa mereka dengan mudahnya langsung dapat membaurkan diri dengan orang baru. yang bahkan sebagaian dari anak sekecil mereka di kota-kota besar malah merasa malu untuk langsung masuk kedalam dunia orang lain ?
Saya sendiri telah menganggap mereka sebagai adik, bahkan ada dari salah satu anak, saya lupa namanya, telah saya anggap sebagai jagoannya di kalangan mereka hahaha, sama sekali saya tidak lupa muka anak yang saya anggap jagoan tersebut.
"kak Nanda mau pulang yaaa, udah selesai tugas penelitiannya ya ?"
"iya aku mau pulang udah selesai tugas penelitiannya."
\
"yah kok pulang, disini aja sama aku, aku mau di gendong lagi"
"loh ya aku besok harus kuliah lagi di malang, nanti kalo aku disini aku ga lulus-lulus dong."
"yaaah terus kapan main kesini lagi ?"
"secepatnya yaa."
ya, secepatnya. Dengan mudahnya saya berkata secepatnya kepada si anak jagoan ini selayaknya janji kepada adiknya sendiri. Seumur-umur saya hanya menjadi seorang adik di dalam keluarga saya, dan selama 3 hari yang lalu saya merasakan bagaimana menjadi seorang kakak yang memiliki seorang adik.
Saya memiliki makna tersendiri terhadap penelitian yang telah di lakukan kemarin, penelitian ini bukanlah bagaimana kita bisa mendapatkan sample dari responden yang telah kita pilih, bukan juga bagaimana cara kita memasukkan data yang telah ada ke dalam SPSS, bukan juga kita membuat topik permasalahan di suatu tempat, melainkan bagaimana kita merangkum sebuah cerita dari suatu realita sosial yang ada di suatu tempat dan kita pun juga merasakan euphoria di dalamnya, dan saya lebih memilih membikin cerita bersama anak-anak di dusun ini, bagaimana kegembiraan anak-anak dan senyuman polos mereka begitu sumringah dengan keadaan dusun mereka yang sederhana, bagaimana ketika mereka meninggalkan sisi ke egoisan untuk berbagi dengan yang lainnya, dan yang menarik bagaimana mereka bisa menerima kami begitu cepatnya dalam waktu 3 hari.
you're so funny kids, guys. see you next time, when ? I don't know. but, I believe we will meet again.
***sebenarnya saya memiliki foto-foto mereka, karena kebetulan saya memotretnya dengan kamera analog dan harus di cuci cetak dulu hasilnya ya mungkin pad entri berikutnya saya akan memperlihatkannya. :)
***Songs Of Seasons dari FLOAT adalah lagu yang menginspirasi tulisan ini untuk anak-anak di dusun Pangkidul, khusunya si "Jagoan". :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar