ada saat dimana kita bisa berteman dengan sepi, saya pernah menjadi temannya hingga saat ini, sampai pada awalnya saya tidak perduli dengan keadaan di sekitar saya. saat dimana saya mencapai titik kebosanan, teman saya tersebut mulai menyapa dengan lembut, "kenapa kau tidak mencari teman lain selain aku ? apa kau tidak bosan bermain bersama aku terus ?". lalu saya mulai menyadari bahwa saya harus beranjak tertawa bersama teman saya yang lainnya, terlebih saya tidak harus selamanya bersenang-senang dengan diri saya sendiri dan cuek terhadap berbagai macam hal di sekitar saya. saya ingin membagi kesenangan kepada orang lain, keluarga, teman-teman, dan tentunya kau. iya, kau yang entah berada dimana, kau dan aku yang bersama-sama mencari tujuan hidup, dan kau bersamapun dengan aku yang bersama-sama mencari satu sama lain.
sepi adalah teman, saya masih meyakini hal itu sampai sekarang, teman yang bisa menjadikan kita untuk berpikir dengan nyaman, teman yang dapat membuat kita berintrospeksi, teman dimana memang benar-benar kita membutuhkannya, iya sepi itu sendiri. tapi ada saatnya kita harus membagi kehidupan bersama orang lain, sudah dasarnya kalau seorang individu membutuhkan individu lainnya dalam kehidupan tidak bisa kita menjadikan hidup seseorang sebagai individu yang kesepian.
pada dasarnya saya hanya ingin berbagi keceriaan, kesenangan, dan tertawa, tertawa bersama orang lain, teman, keluarga, dan semua orang yang saya kenal dalam kehidupan ini. kepada teman lama saya itupun, mungkin berkata cukup dan berkata masih ingin adalah seimbang, tapi kalau di tanyakan apakah ingin atau tidak untuk membagi senyuman bahkan sepi itu sendiri, saya akan berkata dengan berani, saya ingin.
"to the future we surrender, life's to live and love's to love"
(FLOAT - Surrender)
"to the future we surrender, life's to live and love's to love"
(FLOAT - Surrender)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar