secara spontan dalam beberapa hari ini saya merasakan perasaan yang agaknya membuat gundah walaupun dapat di tutupi dalam berbagai cara, tapi nampaknya bila di ceritakan pun sedikit aneh, dan mungkin saya hanya bisa menuliskannya dengan cara ini.
saya rindu untuk kembali berkumpul bersama keluarga besar saya, iya saya benar-benar rindu. semenjak kakak saya yang pertama sudah memiliki keluarga, dan kakak saya yang kedua sudah menyelasaikan pendidikan S1-nya dan melanjutkan pendidikannya ke S2, sedangkan saya sendiri yang sebagai seorang adik dan anak terakhir di rumah harus menjadi anak perantauan di kota Malang, merasa jauh dari keluarga saya sendiri, bukan menganai jarak antara kota Jakarta dengan Malang yang jauhnya 904 km, melainkan feel berkumpul bersama keluarga di Jakarta sedikit tidak terasakan oleh saya. puncaknya adalah ketika selasa kemarin saya pulang ke Jakarta, saya tidak begitu sumringah untuk pulang, saya menganggapnya hanya sebatas, "oh, pulang. yaudah.". ketidak sumringahan saya pun ternyata berdampak nyata ketika sudah sampai di rumah, saya baru tau kalau keesokan harinya ibu saya akan umrah dan sudah pasti saya hanya akan menghabiskan waktu di rumah sendiri, kakak kedua saya sibuk dengan kuliahnya dan ayah saya sibuk dengan pekerjaannya, saya sendiri hanya akan berkutat di depan laptop dengan waktu yang terus berjalan setiap harinya. feel untuk berkumpul dengan keluarga yang ketika di malang tidak saya rasakan tiba-tiba pudar, saya rindu mereka, saya rindu hangatnya berkumpul bersama sebelum saya merantau ke malang.
secara realistis, saya sadar hal semacam ini akan terjadi, kami bertiga bukanlah anak kecil lagi yang harus di boyong oleh orang tua secara langsung. kami bertiga, khususnya saya harus tersadar bahwa kami sudah dewasa, memiliki berbagai macam kegiatan di luar rumah yang membuat kami bertiga pribadi memiliki kesibukan masing-masing yang menguras waktu. kesalahan saya hanyalah saya terlalu enjoy dengan keadaan yang terjadi dan harus merasakannya ketika jauh dari keluarga, namun berdampak cukup keras ketika saya sudah sampai di rumah, saya merasa sepi. bila di anggap kekanak-kanankan, saya akan menjawabnya 'iya' dengan lantang, karena sedewasa dan setuanya umur, tetap saja saya anak dari orang tua saya dan bagian dari keluarga dimana saya di besarkan. yang membedakan hanyalah saya akan terus memiliki peran yang berubah-ubah, dan ini yang membuat saya merasa jauh dari keluarga.
ketika di Malang, mungkin rasa ini akan sedikit terlupakan, rasa sepi mungkin terlewati ketika berkumpul bersama dengan sahabat-sahabat seperantauan yang beberapa bisa saya tebak mempunyai perasaan sama dengan saya. kami semua sadar kami bukan anak kecil lagi, kami semua sedang melewati fase dimana kami harus bisa lebih bertanggung jawab pada diri sendiri serta menjaga diri kami masing-masing ketika harus jauh dari keluarga khususnya orang tua, namun sepi tetaplah sepi, ketika berada di kost-an dan duduk di depan laptop tanpa ada kegiatan tentunya rasa sepi akan tetap datang.
mungkin, saya hanya membutuhkan seseorang yang bisa merangkul saya, berada di samping saya lebih dekat, dan dengan hangat saling mengisi dan membagi segala macam hal, layaknya peranan keluarga pada umumnya. tidak lebih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar