Sabtu, 08 September 2012

Spot Atap, Spot Rindu Akan Rumah

Tiada hal yang paling bisa menenangkan hati, terkecuali dengan cara melihat sekeliling kota dari atas atap rumah kos-kosan. Tak hayal, inilah yang saya lakukanpada awal kehidupan saya di kota Malang, Jawa Timur. 

Tidak begitu menyenangkan memang hanya sebatas melihat cukup padatnya kota Malang dari atas atap di tambah dengan bisingnya suara kendaraan bermotor dari kejauhan (untungnya kosan saya berada lumayan jauh dari jalan raya dan terasa agak nyaman dengan suasana sepi pembicaraan dari beberapa tetangga). tapi, duduk bersama beberapa seorang sahabat dari jakarta pula, yang sudah saya anggap keluarga sendiri di Malang, sembari berbincang ala kadarnya di tambah dengan menyeruput secangkir moccacino pada malam hari, cukup bisa menenangkan suasana yang gelisah akan kerinduan berkumpul keluarga di Jakarta. Di tempat inilah, yang juga saya sebut spot atap, telah begitu membuat saya merasa begitu mesra selama seminggu ini dengan suasana kota Malang yang masih saya anggap begitu asing di penglihatan saya. Di tempat inilah, yang juga saya sebut spot obat rindu akan rumah, saya bisa saling berbagi cerita bersama teman yang sudah saya anggap keluarga sendiri di kota Malang. 

Saya rasa, tempat ini akan menjadi tempat favorit ketiga saya setalah kamar pribadi saya dan pelataran bagian depan IKJ Cikini, di Jakarta.

dan untuk Mamah, Bapak, Mas Ditra, Disty, Kak Fika, dan tentu saja untuk keponakan terlucu saya Ataya Difka Khawarizmi, terimalah salam hangat rindu dan sayang saya dari kota Malang, doakan untuk perjalanan masa depan saya di kota Malang ini 

1 komentar: