izinkan saya untuk sedikit bercerita ketika saya menjalankan awal dari masa saya di SMA yang kata orang, masa paling indah. sedikit awal saja, semasa pertama masuk SMA saya adalah siswa dari SMAN 59 Jakarta Timur, dan kemudian saya pindah ketika kelas 11 atau kelas 2 ke SMAN 91 Jakarta Timur.
tahun 2009, saya lolos dan masuk SMAN 59 Jakarta, jujur saja saya belum bisa beradaptasi ketika awal kelas 1 dan bisa dikatakan sedikit ansos dengan suasananya, disamping memang pada saat itu saya masih memiliki pemikiran yang "Labil" dan tidak akrab dengan murid yang lain, ya memang sedikit suatu kesalahan pada saat itu bahwa saya tidak mau berbaur dengan orang yang tidak sepaham dengan saya. di lain sisi dari muridnya, ada beberapa guru yang menurut saya tidak relevan, selalu merasa benar dimata murid-muridnya, dan menganggap bahwa muridnya seakan akan harus "over" hormat dengannya. karena akhirnya saya tidak suka kepadanya, saya selalu melawan ketika menurut saya dia dalam keadaan salah, dan lagi-lagi ia menganggap dirinya selalu benar, munafik. pernah suatu kali emosi saya memuncak dengannya, dan di akhiri adu mulut antara saya dengannya, berujung saat saya dan orang tua saya dipanggil ke ruang guru. saya diminta untuk minta maaf kepada guru itu, awalnya saya tidak mau minta maaf kepadanya, namun apa boleh buat akhirnya saya minta maaf kepadanya dengan paksaan orang tua saya. pada saat itu pula emosi saya memuncak ketika guru saya berkata, "saya tidak ingin maaf dari kamu, saya hanya ingin buktinya", lalu dalam pikiran saya berkata, "apa yang mau saya buktikan lagi ?". namun saya mencoba untuk menahan emosi saya, kalau saja tidak ada orang tua saya pada saat itu. katika pembagian rapot kelas 1 naik ke kelas 2, wali kelas saya berkata pada orang tua saya lebih baik saya dipindahkan saja daripada saya bermasalah dengan guru lagi disekolah itu, memang saya sempat terancam tidak naik kelas akibat kasus tersebut, dan kalau memang dipaksakan untuk melanjutkan sekolah di SMA 59, ketika naik ke kelas 3 akan sulit.
selain itu, saya memiliki sedikit cerita yang bisa dikatakan cerita "kasih tak sampai - tapi nanti nyampe juga - eh akhirnya mati ditengah jalan" dengan seorang wanita bernama ayu di SMA 59. sedikit cerita aja, ketika itu di 59 saya begitu deketnya dengan dia sampe dikira orang udah pacaran kali ya hahaha kalo kata temennya sih doi yang suka duluan sama gewe hahaha tapi gatau dah tuh versi doi kaya gimana. tapi ketika di 59 bisa dibilang cerita ini "putus ditengah jalan" ketika saya pindah ke SMA 91 dan total berhenti setelah dia memberikan kue ulang tahun ketika saya ulang tahun yang ke 16, tahun 2010. saya berkata ke temennya sekaligus teman saya bernama wendot, "gua lagi gamau ngejalanin hubungan dulu sampe tahun depan, gua pengen ngerubah sifat keras gua dulu supaya bisa lebih baik lagi disekolah baru". entah dia denger apa engga pada saat itu, yang jelas memang benar perkataan saya, sampai saya bertemu lagi dengan dia dibulan maret 2011, tapi harus berakhir "lagi" pula di bulan Juni 2011, cepet ya ? hahaha ya, suatu kesalahan diri sendiri memang.
di SMA 91 Jakarta, awalnya saya kagok juga karena masih kurang paham dengan situasi sekolah ini. saya pindah ke sekolah ini kelas 2 SMA semester 1. pindah pula teman lama saya kesekolah ini dari SMAN 5 Bekasi bernama Osman, orang yang menurut saya lebih keras lagi dari saya. pada akhirnya kami berduapun sekelas di kelas 11 IPS 2, kelas yang menurut saya, osman, dan sahabat-sahabat di dalamnya tak akan pernah terlupakan! dan menurut saya perkataan orang bahwa "masa SMA adalah masa yang paling indah" terbukti dikelas ini! sahabat-sahabat saya yang begitu seru, dari osman, iqbal, kris, firja, recky, nia, dara, tyas, windy, firas, gisty, agus, gabrun, njong, barbara, dan semuanya keluarga IPS 2 yang kita kenal CRAFEST! ga akan saya lupakan kalian semua, dari study tour, keliling-keliling jakarta malem-malem, nyanyi-nyanyi bareng, nyanyi lagu ode buat kota bareng osman pas keliling jakarta, ulang tahun tasriq, les bundo! dan bakar bakar dirumah dara, itu semua hal-hal yang asik, asik parah! tolong jangan pernah lupakan itu semua!
ketika kelas 3, semuanya berubah menjadi yang lebih serius, kebersamaan dikelas 12 IPS 2 berubah menjadi kebersamaan yang kompak untuk dapat lulus bareng-bareng, saling ngebantu belajar satu sama lain, nyiap-nyiapin buat foto bt terutama, dan ikut seneng pula yang didedikasikan ikut selekasi snmptn undangan. walaupun tidak semeriah crafest, kelas ini saya akui sebagai kelas yang kompak! dalam hal segi anak anaknya sendiri dan belajar untuk lulus bareng bareng.
dan pada akhirnya, hari ini menjadi hari yang cukup meriah untuk keluarga angkatan 25 SMAN 91 Jakarta, atau FRABJOUS, dan pula menjadi titik awal perjalanan waktu yang baru manjalani dedikasi dengan julukan alumni dan menjadi seorang mahasiswi dan mahasiswa. saya turut senang untuk temann-teman yang telah lolos seleksi snmptn undangan, dan cukup bergairah bersama teman-teman lainnya yang akan melaksanakan snmptn jalur ujian tertulis.
inilah awal dari sebuah akhir masa-masa saya dari sekolah menengah atas menuju keperguruan tinggi. tentu sulit untuk saya melupakan masa masa saya di kelas 10 yang cukup keras, dengan kelas 11 yang memiliki kekeluargaan yang cukup intim, serta kelas 12 yang memiliki kekompakan yang menarik! dengan kembali beranjak dari jenjang tinggi ke jenjang yang lebih tinggi lagi, saya dituntut untuk berubah menjadi seseorang yang bisa lebih berpikir dewasa, sebab dewasa itu pilihan, selain itu saya dituntut untu bisa menjadi orang yang lebih bisa berpikir secara rasional, tidak hanya berpendapat lewat penglihatan saja tetapi juga harus dengan sisi-sisi yang ada, dan saya dituntut oleh diri sendiri untuk menjadi orang yang sedikit idealis serta realistis, sebab masih ada sedikit sangkut pautnya dengan studi yang nantinya akan saya dalami. ya saya baru saja akan memulainya, mungkin memulainya dari awal.
saya sangat berterimakasih kepada sahabat-sahabat saya di SMAN 91, yang tidak bisa saya sebutkan namanya satu persatu, telah memberikan satu tempat untuk murid pindahan seperti saya ini sebagai keluarganya. saya pun sangat berterimakasih kepada sahabat-sahabat saya di SMAN 59 yang pernah pula sempat memberikan satu tempat kepada saya sebagai warganya. dan saya juga sangat berterimakasih kepada orang-orang yang pernah mengisi kehidupan saya selama 3 tahun terakhir ini yang tentunya tidak bisa saya sebutkan namanya satu persatu karena memang banyak sekali, apajadinya saya tanpa kalian! saya berharap kita akan bertemu kembali di hari lain yang memungkinkan dan menjadi diri masing-masing yang lebih baik. pasti dan saya yakin suatu hari nanti!
#nowplaying:
Masa Remadja - White Shoes & The Couples Company
Tidurlah - Payung Teduh

Tidak ada komentar:
Posting Komentar