terkadang saya merasa menjadi seseorang yang sendiri di dunia ini, senang menyendiri dengan tidak memperdulikan keadaan di sekitar saya, orang orang yang berkerumun, berlari, berteriak gembira seakan akan tertahan dengan suasana sendiri yang saya rasakan. terkadang pula, teman - teman saya menganggap sifat seperti ini yang membuat saya sensitif dan membuat emosional saya tinggi terhadap orang - orang yang saya anggap asing dan tidak sejalan dengan keadaan dan pikiran saya. jujur pula saya menganggap emosional dan kesensitifan ini yang harus saya buang, dan saya anggap itu tidak berhubungan dengan kesukaan saya untuk menyendiri.
kesukaan saya terhadap menyendiripun baru saya sadari ketika saya senang menulis sebuah artikel, entah darimana asalnya, hasrat saya untuk menulis inipun muncul secara tiba - tiba. kalau kata teman saya, hasrat ini timbul dari keadaan emosi saya yang tidak tertampung, layaknya seni. beberapa orang seniman seperti teman saya ini menganggap, dia menyukai suatu seni karena seni dapat menjadi suatu wadah keadaan emosional kita pada saat apa yang kita rasakan, "menulispun juga seperti itu", katanya. berangkat dari itu saya mencoba untuk sedikit menekuni keadaan ini, tapi tidak sepenuhnya dengan cara menyendiri, saya mencoba untuk lebih terbuka dengan orang yang asing, walaupun memang ujung ujungnya saya masih suka memandang negatif orang tersebut, tapi biarlah, saya harus mencoba untuk menjadi diri sendiri yang berusaha memahami sisi negatif setiap orang yang saya lihat atau kenal, saya mencoba untuk menghilangkan kesan agresif dan sensitif setiap orang kepada saya dengan mencoba menjadi diri saya pribadi, bukan orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar