aku hanya ingin menjadi rakyat biasa, menikmati kehidupan idealis yang bebas tapi tetap aktif dalam menentukan suatu perubahan, menikmati kehidupan warga negara biasa bersama orang orang di negara ini, baik itu orang kelas menengah atas, tengah, ataupun bawah.
aku hanya ingin menjadi dari salah satu bagian orang orang yang menjunjung serta pula menegakkan keadilan dan kebenaran, aku tidak perduli akan sebuah kekuasaan yang hanya akan menguntungkan diri pribadi individu, tapi aku sangat perduli akan sebuah kekuasaan secara menyeluruh yang menguntungkan banyak jajaran masyarakat umum secara luas tanpa pandang bulu ataupun juga golongan tertentu.
aku tidak perduli terhadap orang yang di nomor satukan di negri ini, yang aku tau hanya bahwa dia adalah orang yang merasa dirinya harus dan pantas di nomor satukan di negri ini, munafik.
Sukarno bilang bahwa kita negara demokrasi, bahwa kita adalah negara yang menjunjung tinggi keadilan, tapi fakta pada saat ini tirani yang berkuasa hanya mementingkan kekuasaan dan kekayaan materil pribadinya, politik dan peradilan hukum yang bobrok, semuanya ditentukan atas nama golongan tertentu dan bisa dibeli dengan gampangnya menggunakan uang, orang kaya terus memperkaya dirinya pribadi dan anggota keluarganya, sedangkan orang miskin semakin dibuat merasakan kemiskinan.
kekuasaan bukanlah di tangan petinggi negara ini, petinggi negara hanya diamanatkan dan dipercayakan oleh rakyat untuk menjalakan kepemerintahan negara ini dan menerima aspirasi rakyat dan diperbincangkan, buka diacuhkan dan dianggap tidak penting, bukan menganggap bahwa kalian adalah orang orang yang harus di hormati dan ditakuti, bukan berpikir menggunakan kekuasaan untuk menaikan derajat kalian. kalian orang biasa, dan kalian juga adalah rakyat biasa.
kekuasaan dalam bentuk apapun masih berada dibawah kebenaran dan juga keadilan yang abadi yang harus menyeluruh kepada seluruh rakyat yang berhak merasakannya.
"MOSI TIDAK PERCAYA"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar